
Muaro Jambi - Kondisi udara yang dipenuhi asap tebal tidak menyurutkan semangat belajar siswa MTsN 6 Muaro Jambi. Melalui pembelajaran daring, para siswa tetap mengikuti kegiatan praktik mata pelajaran Prakarya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Salah satu hasil praktik yang menarik adalah kerajinan piring berbahan lidi sawit dan pohon resam. Bahan tersebut dipilih karena mudah ditemukan di wilayah Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, sekaligus memiliki potensi untuk diolah menjadi produk kerajinan yang bernilai guna.

Dalam kegiatan praktik tersebut, siswa tidak hanya mempelajari teori tentang kerajinan tangan, tetapi juga secara langsung mencoba proses pembuatannya. Lidi yang telah dipersiapkan kemudian dianyam dan disusun secara bertahap hingga membentuk sebuah piring. Sementara itu, begitu juga dengan resam yang dimanfaatkan sebagai salah satu bahan alami yang mendukung proses pembuatan kerajinan.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa karena mereka dapat belajar memanfaatkan hasil alam sebagai bahan kerajinan. Lidi sawit dan resam yang selama ini banyak dijumpai di lingkungan sekitar dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai fungsi sekaligus nilai seni.
Melalui praktik tersebut, siswa MTsN 6 Muaro Jambi tidak hanya belajar keterampilan tangan, tetapi juga dikenalkan pada pentingnya memanfaatkan potensi alam secara kreatif, menjaga lingkungan, serta mengembangkan keterampilan yang dapat bernilai ekonomis
Hasil karya berupa piring dari lidi sawit dan resam ini menjadi bukti bahwa keterbatasan pembelajaran akibat kondisi asap tidak menghalangi siswa untuk tetap berkarya. Justru, dari bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar mereka, lahir sebuah karya yang mencerminkan kreativitas dan kearifan lokal siswa MTsN 6 Muaro Jambi.
|
76x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...