
Muaro Jambi — Suasana berbeda terlihat di lingkungan MTsN 6 Muaro Jambi. Jika biasanya kantin madrasah menjadi salah satu tempat yang ramai oleh aktivitas siswa saat jam istirahat, kini suasana tersebut berubah menjadi sunyi. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan pelaksanaan pembelajaran secara daring yang telah berlangsung hampir satu bulan.
Pantauan di area kantin menunjukkan sejumlah warung dalam keadaan kosong dan belum beraktivitas. Meja, bangku, serta berbagai perlengkapan kantin masih berada di tempatnya, namun tidak tampak siswa yang biasanya datang untuk membeli makanan dan minuman ketika waktu istirahat tiba.
Bagi para pedagang kantin, keberadaan siswa merupakan bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Ketika pembelajaran berlangsung secara tatap muka, suasana kantin biasanya dipenuhi siswa yang membeli makanan, berbincang bersama teman, maupun sekadar menikmati waktu istirahat.

Kini, kondisi tersebut berubah drastis. Kantin yang biasanya menjadi salah satu pusat keramaian madrasah harus ikut merasakan dampak dari pembelajaran daring.
Meski demikian, kondisi sepi tersebut juga menjadi gambaran bagaimana kabut asap dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi berbagai sisi kehidupan pendidikan. Bukan hanya proses belajar mengajar yang berubah, tetapi aktivitas pendukung di lingkungan madrasah, termasuk kegiatan para pedagang kantin, turut mengalami dampaknya.
Di balik kesunyian kantin, tersimpan harapan agar kondisi segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berlangsung normal. Para siswa tentu merindukan suasana madrasah, termasuk bertemu teman, belajar bersama guru, serta menikmati waktu istirahat di kantin.
Di balik kantin yang sunyi, ada harapan agar suasana belajar tatap muka segera kembali. Sebab, keramaian sebuah madrasah bukan hanya tentang banyaknya siswa, tetapi tentang kehidupan, interaksi, dan kebersamaan yang tumbuh di dalamnya.
|
22x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...